Tuesday, April 28, 2009

Tanda Nomor Kendaraan Bermotor

Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), atau sering kali disebut plat nomor atau nomor polisi, adalah plat aluminium tanda kendaraan bermotor di Indonesia yang telah didaftarkan pada Kantor Bersama Samsat.Daftar isi

Sejarah

Penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia, terutama di Jawa, merupakan warisan sejak zaman Hindia Belanda, yang menggunakan kode wilayah berdasarkan pembagian wilayah karesidenan.

Spesifikasi teknis

Tanda Nomor Kendaraan Bermotor berbentuk plat aluminium dengan cetakan tulisan dua baris.
Baris pertama menunjukkan: kode wilayah (huruf), nomor polisi (angka), dan kode/seri akhir wilayah (huruf)
Baris kedua menunjukkan bulan dan tahun masa berlaku

Bahan baku TNKB adalah aluminium dengan ketebalan 1 mm. Ukuran TNKB untuk kendaraan bermotor roda 2 dan roda 3 adalah 250x105 mm, sedangkan untuk kendaraan bermotor roda 4 atau lebih adalah 395x135 mm. Terdapat cetakan garis lurus pembatas lebar 5 mm diantara ruang nomor polisi dengan ruang angka masa berlaku.

Pada sudut kanan atas dan sudut kiri bawah terdapat tanda khusus (security mark) cetakanlambang Polisi Lalu Lintas; sedangkan pada sisi sebelah kanan dan sisi sebelah kiri ada tanda khusus cetakan "DITLANTAS POLRI" (Direktorat Lalu Lintas Kepolisian RI) yang merupakan hak paten pembuatan TNKB oleh Polri dan TNI.


Warna

Warna Tanda Nomor Kendaraan Bermotor ditetapkan sebagai berikut:
Kendaraan bermotor bukan umum dan kendaraan bermotor sewa: Warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih
Kendaraan bermotor umum: Warna dasar kuning dengan tulisan berwarna hitam
Kendaraan bermotor milik Pemerintah: Warna dasar merah dengan tulisan berwarna putih
Kendaraan bermotor Corps Diplomatik Negara Asing: Warna dasar Putih dengan tulisan berwarna hitam


Nomor Urut Pendaftaran

Nomor urut pendaftaran kendaraan bermotor, atau disebut pula nomor polisi, diberikan sesuai dengan urutan pendaftaran kendaraan bermotor. Nomor urut tersebut terdiri dari 1-4 angka, dan ditempatkan setelah Kode Wilayah Pendaftaran. Nomor urut pendaftaran dialokasikan sesuai kelompok jenis kendaraan bermotor(untuk wilayah DKI Jakarta):
1 - 2999, 8000 - 8999 dialokasikan untuk kendaraan penumpang.
3000 - 6999, dialokasikan untuk sepeda motor.
7000 - 7999, dialokasikan untuk bus.
9000 - 9999, dialokasikan untuk kendaraan beban.

Apabila nomor urut pendaftaran yang telah dialokasikan habis digunakan, maka nomor urut pendaftaran berikutnya kembali ke nomor awal yang telah dialokasikan dengan diberi tanda pengenal huruf seri A - Z di belakang angka pendaftaran. Apabila huruf di belakang angka sebagai tanda pengenal kelipatan telah sampai pada huruf Z, maka penomoran dapat menggunakan 2 huruf seri di belakang angka pendaftaran. Khusus untuk DKI Jakarta, dapat menggunakan hingga 3 huruf seri di belakang angka pendaftaran.


Kode Wilayah Pendaftaran Kendaraan Bermotor

Kode wilayah pendaftaran kendaraan bermotor ditetapkan oleh Peraturan Kapolri Nomor Polisi 4 Tahun 2006.


Sumatera
BL = Nanggroe Aceh Darussalam
BB = Sumatera Utara Bagian Barat (Tapanuli)
BK = Sumatera Utara
BA = Sumatera Barat
BM = Riau
BP = Kepulauan Riau
BG = Sumatera Selatan
BN = Kepulauan Bangka Belitung
BE = Lampung
BD = Bengkulu
BH = Jambi


Jawa


DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat
A = Banten: Kabupaten/Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, sebagian Kabupaten Tangerang

B = DKI Jakarta, Kabupaten/Kota Tangerang, Kabupaten/Kota Bekasi(B-K**), Kota Depok

D = Kabupaten/Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat

E = eks Karesidenan Cirebon: Kabupaten/Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan (E - YA/YB/YC/YD)

F = eks Karesidenan Bogor: Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten/Kota Sukabumi

T = Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang

Z = Kabupaten Garut, Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar


Jawa Tengah dan DI Yogyakarta
G = eks Karesidenan Pekalongan: Kabupaten (G - B)/Kota Pekalongan (G - A), Kabupaten (G - F)/Kota Tegal (G - E), Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang (G - C), Kabupaten Pemalang (G - D)

H = eks Karesidenan Semarang: Kabupaten/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal (H - D), Kabupaten Demak

K = eks Karesidenan Pati: Kabupaten Pati (K - A), Kabupaten Kudus (K - B), Kabupaten Jepara (K - C), Kabupaten Rembang (K - D), Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan

R = eks Karesidenan Banyumas: Kabupaten Banyumas (R - A/H/S), Kabupaten Cilacap (R - B/K/T), Kabupaten Purbalingga (R - C), Kabupaten Banjarnegara

AA = eks Karesidenan Kedu: Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo

AB = DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo

AD = eks Karesidenan Surakarta: Kota Surakarta (AD), Kabupaten Sukoharjo (AD - B), Kabupaten Boyolali (AD - D), Kabupaten Sragen (AD - E), Kabupaten Karanganyar (AD - F), Kabupaten Wonogiri (AD - G), Kabupaten Klaten (AD - C)


Jawa Timur

L = Kota Surabaya

M = eks Karesidenan Madura: Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan

N = eks Karesidenan Malang: Kabupaten/Kota Malang, Kabupaten/Kota Probolinggo, Kabupaten/Kota Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kota Batu

P = eks Karesidenan Besuki: Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi

S = eks Karesidenan Bojonegoro: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang[2]

W = Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik[3]

AE = eks Karesidenan Madiun: Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan

AG = eks Karesidenan Kediri: Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek


Catatan:
^ Daerah dengan kode wilayah Z sebelumnya memiliki kode wilayah D (eks Karesidenan Parahyangan)
^ Jombang memiliki kode wilayah S sejak tahun 2005, sebelumnya memiliki kode wilayah W
^ Daerah dengan kode wilayah W sebelumnya memiliki kode wilayah L (eks Karesidenan Surabaya)


Bali dan Nusa Tenggara
DK = Bali

DR = NTB I (Pulau Lombok: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah)

EA = NTB II (Pulau Sumbawa: Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten/Kota Bima)

DH = NTT I (Pulau Timor: Kabupaten/Kota Kupang, Kabupaten TTU, TTS, Kabupaten Rote Ndao)

EB = NTT II (Pulau Flores dan kepulauan: Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor)

ED = NTT III (Pulau Sumba: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur)


Kalimantan
KB = Kalimantan Barat
DA = Kalimantan Selatan
KH = Kalimantan Tengah
KT = Kalimantan Timur


Sulawesi
DB = Sulawesi Utara Daratan (Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan)
DL = Sulawesi Utara Kepulauan (Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud)
DM = Gorontalo
DN = Sulawesi Tengah
DT = Sulawesi Tenggara
DD = Sulawesi Selatan
DC = Sulawesi Barat


Maluku dan Papua
DE = Maluku
DG = Maluku Utara
DS = Papua dan Papua Barat


Lain-lain
DF = Timor Timur (tidak digunakan, karena telah menjadi negara tersendiri)

Daftar Plat Nomor Kendaraan Pejabat Negara

Mobil dinas pejabat negara memiliki plat nomor khusus. Jika pada saat pejabat tersebut bertugas ke wilayah di luar ibukota RI atau kunjungan dinas ke luar negeri, maka plat nomor tersebut akan dipasangkan pada mobil yang dinaiki oleh pejabat bersangkutan.

Berikut adalah daftar nomor polisi untuk kenderaan pejabat penting di Indonesia:
RI 1: Presiden
RI 2: Wakil Presiden
RI 3: Istri/suami presiden
RI 4: Istri/suami wakil presiden
RI 5: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
RI 6: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
RI 7: Ketua Dewan Perwakilan Daerah
RI 8: Ketua Mahkamah Agung
RI 9: Ketua Mahkamah Konstitusi
RI 10: Ketua Badan Pemeriksa Keuangan
RI 11: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
RI 12: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
RI 13: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
RI 14: Menteri Sekretaris Negara
RI 15: Menteri Sekretaris Kabinet
RI 16: Menteri Dalam Negeri
RI 17: Menteri Luar Negeri
RI 18: Menteri Pertahanan
RI 19: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
RI 20: Menteri Keuangan
RI 21: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
RI 22: Menteri Perindustrian
RI 23: Menteri Perdagangan
RI 24: Menteri Pertanian
RI 25: Menteri Kehutanan
RI 26: Menteri Perhubungan
RI 27: Menteri Kelautan dan Perikanan
RI 28: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
RI 29: Menteri Pekerjaan Umun
RI 30: Menteri Kesehatan
RI 31: Menteri Pendidikan Nasional
RI 32: Menteri Sosial
RI 33: Menteri Agama
RI 34: Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
RI 35: Menteri Komunikasi dan Informasi
RI 36: Menteri Negara Riset dan Teknologi
RI 37: Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah
RI 38: Menteri Negara Lingkungan Hidup
RI 39: Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
RI 40: Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
RI 41: Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal
RI 42: Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
RI 43: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
RI 44: Menteri Negara Perumahan Rakyat
RI 45: Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga
RI 46: Jaksa Agung
RI 47: Panglima Tentara Nasional Indonesia
RI 48: Kepala Kepolisian Republik Indonesia
RI 52: Wakil Ketua DPR
RI 59: Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan

Khusus
CD = Corps Diplomatique (Diplomat dari Perwakilan Luar Negeri (Kedutaan), lihat pula bagian di bawah ini.
CC = Corps Consulaire, perwakilan luar negeri dari kantor konsulat jenderal.
KAA = Konferensi Asia-Afrika 2005. Khusus untuk kesempatan ini, mobil-mobil para peserta konferensi memiliki kode ini.

RI = untuk presiden dan pejabat pemerintahan pusat


Corps Diplomatic dan Corps Consular

Mobil milik Corps Diplomatic (Kedutaan Besar maupun Organisasi Internasional) memiliki kode khusus, yakni CD diikuti dengan angka. Untuk mendapatkan STNK dan BPKB, haruslah mendapatkan rekomendasi dari Departemen Luar Negeri.

Berikut adalah daftar nomor polisi untuk Corps Diplomatic di Indonesia:
CD 12: Amerika Serikat
CD 13: India
CD 14: Britania Raya
CD 15: Vatikan
CD 16: Norwegia
CD 17: Pakistan
CD 18: Myanmar
CD 19: China
CD 20: Swedia
CD 21: Arab Saudi
CD 22: Thailand
CD 23: Mesir
CD 24: Perancis
CD 25: Filipina
CD 26: Australia
CD 27: Irak
CD 28: Belgia
CD 29: Uni Emirat Arab
CD 30: Italia
CD 31: Swiss
CD 32: Jerman
CD 33: Sri Lanka
CD 34: Denmark
CD 35: Kanada
CD 36: Brazil
CD 37: Rusia
CD 38: Afghanistan
CD 39: Yugoslavia (Serbia ?)
CD 40: Republik Ceko
CD 41: Finlandia
CD 42: Meksiko
CD 43: Hongaria
CD 44: Polandia
CD 45: Iran
CD 47: Malaysia
CD 48: Turki
CD 49: Jepang
CD 50: Bulgaria
CD 51: Kamboja
CD 52: Argentina
CD 53: Romania
CD 54: Yunani
CD 55: Yordania
CD 56: Austria
CD 57: Suriah
CD 58: UNDP
CD 59: Selandia Baru
CD 60: Belanda
CD 61: Yaman
CD 62: UPU
CD 63: Portugal
CD 64: Aljazair
CD 65: Korea Utara
CD 66: Vietnam
CD 67: Singapura
CD 68: Spanyol
CD 69: Bangladesh
CD 70: Panama
CD 71: UNICEF
CD 72: UNESCO
CD 73: FAO
CD 74: WHO
CD 75: Korea Selatan
CD 76: ADB
CD 77: Bank Dunia
CD 78: IMF
CD 79: ILO
CD 80: Papua Nugini
CD 81: Nigeria
CD 82: Chili
CD 83: UNHCR
CD 84: WFP
CD 85: Venezuela
CD 86: ESCAP
CD 87: Colombia
CD 88: Brunei
CD 89: UNIC
CD 90: IFC
CD 91: UNTAET
CD 97: Palang Merah
CD 98: Maroko
CD 99: Uni Eropa
CD 100: ASEAN (Sekretariat)
CD 101: Tunisia
CD 102: Kuwait
CD 103: Laos
CD 104: Palestina
CD 105: Kuba
CD 106: AIPO
CD 107: Libya
CD 108: Peru
CD 109: Slowakia
CD 110: Sudan
CD 111: ASEAN (Yayasan)
CD 112: (Utusan)
CD 113: CIFOR
CD 114: Bosnia-Herzegovina
CD 115: Libanon
CD 116: Afrika Selatan
CD 117: Kroasia
CD 118: Ukraina
CD 119: Mali
CD 120: Uzbekistan
CD 121: Qatar
CD 122: UNFPA
CD 123: Mozambik
CD 124: Kepulauan Marshall

Monday, April 27, 2009

Isi Ulang, Rejeki Datang | Hanya di 3

Photobucket

Photobucket

SUPER SALE UP TO 80% off at THE EXECUTIVE

THE EXECUTIVE

SUPER SALE

up to 80% OFF

NOW ON

(24 April - 3 May 2009)

only at boutiques



Photobucket

Tuesday, April 21, 2009

Explore Jakarta with Green transportation - Jelajah Jakarta dengan Transportasi Hijau

Mau wisata hijau di Jakarta?
Greenradio bekerja sama dengan komunitas Peta Hijau Jakarta, Bike to Work, Suara Transjakarta, BLU Transjakarta dan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) mengajak Sahabat Green untuk ikut serta dalam kegiatan:

Jelajah Hijau Jakarta dengan Transportasi Hijau…

Dengan bantuan Peta Hijau Jakarta, Sahabat Green akan diajak ke lokasi-lokasi hijau di Jakarta dengan menggunakan busway, sepeda dan berjalan kaki pada:

Minggu, 26 April 2009
Berkumpul di Green Radio pada pukul 08.00

Lokasi-lokasi yang akan dikunjungi adalah

Greenradio. Stasiun radio pertama di Jakarta yang menggunakan tenaga surya.
Rumah Hijau dan Taman Tangkuban Perahu. Rumah yang mendapatkan penghargaan rumah hunian terbaik IAI 2005 karena hemat energi dan ramah lingkungan.
Kampung Benhil, di perkampungan ini ada yang menjual aneka macam jamu tradisional dan bir pletok. Kita juga akan belajar beberapa upaya warga kampung membuat kegiatan ramah lingkungan.

Hanya dengan biaya registrasi sebesar Rp30.000,- Sahabat Green dapat menikmati tur yang mengesankan, sebuah peta hijau, tiket busway, merchandise menarik dan makan siang …

Pendaftaran paling lambat hari Rabu, 22 April 2009 di Greenradio, 89,2 FM di 021. 8573388 atau silahkan kontak OliN - 0856.7201 748 (b2w-SepedaTimut ). Tempat terbatas….!!!


============ ========= ===================== ========= ========= =====


SUSUNAN ACARA

JELAJAH HIJAU JAKARTA dengan TRANSPORTASI HIJAU

26 April 2009, Minggu

Waktu

Kegiatan

08.00 – 08.15

Registrasi di Green Radio

08.15 – 08.30

Pembukaan dan Pengantar

08.30 – 09.00

Keliling Kompleks Utan Kayu

- Teater Utan Kayu

- Green Radio

- Solar Panel

09.00 – 09.10

Informasi “Budaya Bertransportasi” oleh Suara Transjakarta

09.10 – 09.45

Perjalanan Utan Kayu – Halimun

09.45 – 10.55

Mengunjungi Rumah Hijau dan Taman Tangkuban Perahu

10.55 – 11.05

Informasi tentang Safety Riding oleh B2W

11.05 – 11.30

Perjalanan Menuju Benhil

Perjalanan Menggunakan Sepeda

Perjalanan Menggunakan Busway

11.30 – 13.00

Mengelilingi Kampung Benhil

- Daur ulang Pak Uday

- Taman Komunitas

- Jamu Aneka Instan

13.00 – 14.00

Makan siang



Best regards,

Ratna Yunita
Communication Specialist
Institute for Transportation and Development Policy
Prasada Sasana Karya Building 7th Floor, Harmoni
Jl. Suryo Pranoto No.8
Jakarta 10130 - Indonesia
Phone: +62.21.6386 3344
Fax: +62.21.6386 4717

Monday, April 20, 2009

Yesus Blessing Monument at Manado

"Monumen Yesus Memberkati" - Yesus Blessing Monument - was built in elite housing area at Citraland Manado (Wamangun), opened by Sulut Governor Drs SH Sarundajang, Sunday Feb 11th. Mr. Governor gives the positive respons for that religious monument.

Monument with inclination 20 degree is made by fibre and have steel frame inside and stand in the 500 metres sq area. This statue will recorded in the Guinness Book of World Record as the most tallest flying statue with 20 degress inclination.



Photobucket

Crocs Gives Back Bazaar

Crocs Gives Back is coming! Discount Up to 70% off full collections

Additional 15% Discount for all HSBC Cardholders

Start on 21th-24th April 2009 AT The Hall Senayan city level 8th

Don't miss this opportunity



Photobucket

Thursday, April 9, 2009

Onrust Island

The Onrust Island and three other close islands, namely the Kelor Island, Pulau Cipir (Kahyangan) and the Sakit Island (Bidadari) was part of the Thousand Islands group that was located in Jakarta gulf waters. After VOC Netherlands had the power in 1619, the Onrust Island and surrounding area were made the foremost defense post to protect the Batavia city (Jakarta). This Onrust Island fortification was destroyed during 1800 resulting from the English attack. Afterwards was built again in 1840 as the naval base, but was again destroyed during 1883 when the tidal wave resulting from the eruption of the Krakatau mountain happening These islands were neglected more than a quarter of the century. Just was built again in 1911, but his function and no longer as the place of the defense but as the pilgrim's quarantine. The existence of this history received quite big attention from the Special Capital District of Jakarta Government.

Photobucket

Kota tua - Jakarta old town

Cultural tourism is becoming more popular now. Culture always become an object in all world tourism. Heritage tourism is one of culture tourism.

Jakarta have many heritage as an object. But the maintain is not good. The government and the local people show less care about old heritage in Jakarta. Kota tua is the heritage area for old town which is built by Dutch Colonial.

Museum Sejarah Jakarta

Photobucket

Taman Fatahillah

Photobucket

Kota tua at the night

Photobucket

Some side of Kota tua

Photobucket

Candra Naya Building

Photobucket

eks Imigrasi Building

Photobucket

VOC Building

Photobucket

Jakarta crowded city

About Jakarta
Jakarta or DKI Jakarta is the capital and largest city of Indonesia. It also has a greater population than any other city in southeast Asia. More than 23 million people live here. Known as Sunda Kelapa (397-1527), Jayakarta(1527-1619), Batavia(1619-1942), and Djakarta(1942-1972). Jakarta is the country's economic, cultural and political center.

Transportation
Jakarta transportation system consist of International Airport Soekarno-Hatta, Harbour Tanjung Priok, Train, Busway, public vehicle called angkot or bus, bajaj (auto rickshaw), bemo, ojek (by motor). This transportation system is very cheap among other country in Asia. For example the cost of taking Bus only IDR 2,000 (1US$ = IDR 12,000).

Jakarta city

Photobucket

Traffic jam at Thamrin, Jakarta

Photobucket

Culture

As the economic and political capital of Indonesia, Jakarta attracts many foreign as well as domestic immigrants. As a result, Jakarta has a decidedly cosmopolitan flavor and a diverse culture. Many of the immigrants are from the other parts of the island of Java, bringing along a mixture of dialects of the Javanese and Sundanese languages, as well as their traditional foods and customs.

Jakarta is sometimes called "The Big Durian" by foreigners resident in the city. The durian is a tropical fruit with a distinctive odor and acquired taste. A bustling urban metropolis, Jakarta is known for its overcrowding, traffic congestion, and income disparity.

The Betawi (Orang Betawi, or "people of Batavia") is a term used to describe the descendants of the people living around Batavia and recognized as a tribe from around the 18th-19th century. The Betawi people are mostly descended from various Southeast Asia ethnic groups brought or attracted to Batavia to meet labor needs, and include people from various parts of Indonesia. The language and culture of these immigrants are distinct from those of the Sundanese or Javanese. The language is more based on East Malay dialect and enriched by loan words from Javanese, Chinese, and Arab. Nowadays, the Jakarta-dialects used by people in Jakarta is loosely based on Betawi Language.

There has also been a significant Chinese community in Jakarta for many centuries. Officially, they make up 6% of the Jakarta population, though this number may be under-reported.

Indonesia Election Day

Thursday, April 9 / 2009

Indonesia country doing election for decide the ligistative.
Parties need more than 2.5 percent of the total vote in order to seat representatives in Parliament.
The parliamentary election will also determine which parties have the right to put forward candidates for July’s presidential election. Parties must secure either 20 percent of seats in parliament or 25 percent of the total vote to nominate a candidate for presidency.
If individual parties do not secure enough votes or seats, they may form coalitions with other parties to meet the threshold and run a shared presidential candidate.

INDONESIA ELECTIONS 2009 - LP3ES Quick Counts 16.55 GMT
1. DEMOCRATS 19.6%
2. GOLKAR 14.8%
3. PDIP 4.7%
4. PKS 7.7%
5. PAN 5.8%
6. PKB 5.6%

7. PPP 5.1%
8. GERINDRA 4.5%
9. HANURA 3.6%
10. PBB 1.8%
11. PKPB 1.7%
12. PKNU 1.7%
13. PPRN 1.2%
14. PBR 1.2%
15. PDS 1.1%
16. PKPI 0.9%
17. PDP 0.9%
18. BARNAS 0.8%
19. PPPI 0.7%
20. REPUBLIKAN 0.6%
21. PATRIOT 0.6%
22. KEDAULATAN 0.5%
23. PPD 0.5%
24. PDK 0.5%
25. PPI 0.4%
26. PNI MARHAENISME 0.4%
27. PNBK INDONESIA 0.4%
28. PIB 0.3%
29. PKP 0.3%
30. PMB 0.3%
31. PELOPOR 0.3%
32. PKDI 0.3%
33. PIS 0.3%
34. PPDI 0.2%
35. BURUH 0.2%
36. MERDEKA 0.1%
37. PPNUI 0.1%
38. PSI 0.1%